Mengenal Kain Sutra Dan Beberapa Jenisnya

Budidaya ulat sutera untuk kain sutra
Let's Share This Interesting Article To:

Mengenal Kain Sutra

Kain sutra adalah kain yang berasal dari serat benang alami yang dapat ditenun menjadi kain tekstil yang istimewa. Jenis produksi kain sutra yang paling umum adalah sutra yang dihasilkan dari kepompong larva ulat sutra murbei yang diternak. Kemewahan dan keistimewaan kain sutra dengan rupa berkilauan menjadi daya tarik tersendiri. Sutra bertampilan licin dan mengkilap yang berasal dari struktur serat prisma segitiga yang dalam serat tersebut dapat membuat kain sutra membiaskan cahaya dari berbagai sudut. Kain sutra adalah primadonanya kain. Kain ini terkenal dengan kemewahan dan kekuatannya.

Budidaya ulat sutera untuk kain sutra

Bermula sejak ribuan tahun yang lalu saat pertama kali ditemukan oleh bangsa China, kini sutra telah tersebar di semua negara didunia. Kain sutra termasuk salah satu kain termewah dan termahal didunia jika dibandingkan dengan kain jenis lain. Tekstur kainnya yang sangat lembut dan sangat ringan membuat penjahit harus sangat berhati-hati dalam proses menjahit. Dan tentu saja untuk perawatannya harus lebih berhati-hati seperti saat pencucian dan penyetrikaan.

gambar kain sutra

Beberapa Jenis Kain Sutra

1. Sifone / Chiffon
Sutra transparan sangat kuat dan bagus. Awalnya bahan sifon sutra berasal dari kepompong ulat sutra sehingga disebut dengan silk chiffon. Kain sifon sifatnya lembut dan ringan. Karena bahannya terbuat dari sutra, tentu saja berpengaruh pada harganya yang relatif mahal.

2. Crepe De Chine / Kain krep
Kain Crepe terbuat dari serat sutra asli yang dihasilkan oleh ulat. Kain ini memiliki sifat lentur dengan tekstur seperti kulit jeruk (kasar dan berkerut) tapi jika dipegang terasa sangat lembut. Berat kain medium, bentuk kainnya seperti kain tampilan sedikit kusut namun terlihat sangat bagus.

3. Georgette
Sutra yang lembut dan seperti film transparan. Georgette adalah sejenis kain sutra crepe yang ringan dan tipis namun lebih berat apabila dibandingkan bahan chiffon. Kain yang mempunyai tekstur dengan bentuk kerutan pada permukaannya, berasal dari kain crepe kusam yang diberi nama pada abad 20 oleh penjahit Perancis bernama Georgette de la Plante . Kain ini tidak terlalu membutuhkan banyak perawatan karena kain ini memiliki ketahanan yang cukup kuat meskipun seringkali digunakan untuk jangka waktu lama.

BACA JUGA :  Jenis Cat Sutra Dan Beberapa Teknik Unik Cara Melukis Kain Sutra

4. Habutai
Habutai Berasal dari bahasa Jepang berarti sutra yang lembut dan halus. Kain sutra habutai berasal dari Jepang yang mempunyai tekstur lembut dan halus. Kain sutra habutai biasa diaplikasikan untuk pembuatan shirt dan blouse. Di masyarakat Jepang sendiri, kain sutra habutai ini juga sering digunakan untuk media lukis.

5. Organza
Kain tipis dengan penampilan yang krispy dan mudah kusut. Biasa digunakan untuk blouse tipis dan interlining. Organza merupakan kain ringan yang juga ditenun dengan pola pattern yang sama seperti organdi, yaitu balanced plain weave dengan menggunakan fiber twist yang erat seperti halnya sifon dan organdi. Kain organza memiliki kemampuan untuk memantulkan cahaya sehingga membuat kain ini terlihat mengkilap.

6. Satin
Sutra campuran dengan satin yang beratnya ada yang sangat ringan sampai berat. Satin adalah jenis kain yang ditenun dengan dengan menggunakan teknik serat filamen sehingga memiliki ciri khas permukaan yang mengkilap dan licin. Bagian dalam atau belakang permukaan satin sebaliknya tidak licin dan tidak mengkilap. Digunakan untuk membuat blouse, dress dan busana untuk acara tertentu. Bahan satin ini biasanya terbuat dari jenis serat filamen seperti sutra (silk). Satin digemari terutama karena membuat si pemakai terlihat glamor, sensual dan lebih feminim.

7. Taffeta
Kain yang lembut dengan tampilan yang krispy. Taffeta merupakan sebuah kain tenun yang kaku, lembut dan tipis. Jika dikenakan akan mengeluarkan suara gesekan. Biasa digunakan untuk busana acara tertentu. Jenis taffeta yang sangat tipis dan kaku dikenal dengan sebutan paper taffeta. Karena ciri khasnya yang kaku, kain ini menghasilkan suara gemerisik ketika digesek. Kain taffeta ditenun dengan jenis tenunan polos yang sangat erat, menyebabkannya sebagai kain yang kaku dan agak kasar. Tidak hanya lembut dan halus untuk disentuh, ciri khas lain dari kain ini juga mengkilap karena memantulkan cahaya dari sudut pandang tertentu sehingga memberikan kesan elegan.

BACA JUGA :  Tentang Kain Sutra

8. Dan beberapa Jenis Sutra Lainnya

(Visited 12 times, 1 visits today)
Let's Share This Interesting Article To:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.