Seri 3 Liputan Tabloid Peluang Wirausaha: Saat Ramadhan Bisa Terjual 300 Kerudung Lukis

Let's Share This Interesting Article To:

Seri Liputan Tentang Kawan-kawan Pelukis Kerudung Termasuk E1 Creative Oleh Tabloid Peluang Wirausaha Pada Tahun 2011

Kami menulis ulang ulasan yang dibuat oleh Majalah Peluang Wira Usaha terhadap bisnis seni lukis kerudung. Pada edisi terbitan 2011 ini mengulas khusus tentang bisnis kami E1CREATIVE dan kawan-kawan pelukis lainnya. Mengulas seluk beluk awal memulai bisnis hingga liputan ini dibuat. Dari modal dan keuntungan serta tentunya peluang usaha yang bisa menjadi inspirasi bagi anda.

Kami akan tulis berseri sesuai dengan jumlah liputan pada tabloid tersebut. Silahkan baca seluruh 5 seri yang kami tulis. Selamat membaca.

tabloid peluang wirausaha penjualan kerudung lukis saat ramadhan

Awal Joko Setiawan Pemilik E1 Creative Memulai Usaha Lukis Kerudung

Melukis di atas media kain yang mulai ditekuni Joko Setiawan sejak tahun 2006, telah mendatangkan rezeki dalam kehidupannya. Pria yang akrab disapa lwan ini bisa memperoleh omset hingga Rp 9 juta/bulan dari usaha kerudung Iukis yang digelutinya. Seperti apa prospek usahanya?

Iwan yang memang sudah memiliki bakat melukis sejak kecil ini ingin terus mengasah serta mengembangkan kemampuannya tersebut. Untuk itu, pada tahun 2006, Iwan mengikuti pelatihan sekaligus mengajar melukis kain pada sebuah tempat pelatihan melukis kain milik Bapak Doddie K Permana dan Ibu Yati Mariana Garnadi yang terletak di kawasan Pondok Indah, Jakarta Selatan selama sekitar dua tahun.

Karena ingin terus berkembang dengan kemampuan melukis kain yang dimilikinya, Iwan pun mulai membuat produk kerudung Iukis pada tahun 2008. Seperti dikatakan Iwan, ia memilih kerudung Iukis sebagai sebuah usaha karena dilihatnya semakin banyak yang mengenakan kerudung saat ini.

Modal Usaha Hanya 500 Ribu

Untuk memulai usahanya ini, Iwan mengeluarkan modal sebesar Rp 500 ribu yang ia gunakan untuk membeli 20 buah kerudung polos model bergo berbahan spandek seharga Rp 200 ribu dan sisanya digunakan untuk membeli peralatan Iukis seperti kuas sebanyak 5 buah seharga Rp 12.500/buah, 5 buah palet (tempat cat Iukis yang berbentuk bulatan-bulatan kecil) seharga Rp 25 ribu/buah dan cat Iukis seharga Rp 50 ribu/ botoL dan dua buah frame 110cm x 110cm seharga Rp 30 ribu/buah. Frame tersebut berfungsi sebagai alat pemidangan saat melukis.

Karena menurut Iwan produk kerudung model bergo lebih banyak digunakan ibu-ibu, maka pada tahun 2009 Iwan pun mulai menambah produk kerudung bergo dengan kerudung persegi berbahan katun paris, karena dianggap Iebih disukai oleh semua kalangan baik tua maupun muda. Pada awal membuat kerudung Iukis berbahan katun paris, Iwan hanya mengeluarkan modal Rp 180 ribu yang ia gunakan untuk membeli sekodi (20 helai) kerudung berbahan katun paris.

Baca Juga :  Kerudung Sutra Lukis Segi Empat oleh Niagati Scarf Painting

Penjualan Saat Ramadhan Meningkat

Kini usaha kerudung Iukis Iwan sudah semakin berkembang dengan setiap bulan la bisa menjual rata-rata 100 helai kerudung. Sedangkan bila memasuki bulan puasa seperti sekarang ini biasanya iwan bisa menjual hingga 300 helai kerudung lukis. Iwan menjual kerudung lukis buatannya secara satuan dan kodian. Jika membeli minimal satu kodi, harganya hanya Rp 600 ribu/kodi. Sedangkan jika membeli eceran, harga satuannya adalah Rp 50 ribu.

Kelebihan kerudung lukis Iwan dibandingkan dengan yang Iain, terletak pada daya tahan cat yang digunakan bisa mencapai beberapa tahun. Selain itu line yang ada di pinggir motif atau gambar juga membedakan kerudung lukis buatan Iwan dengan yang Iain. ”Produk lain tidak menggunakan line pada gambar mereka,” terangnya.

Untuk pemesanan Iwan menerapkan pembayaran secara tunai, Iangkah ini dipilih karena uang tersebut digunakan oleh Iwan untuk menutupi biaya produksi. ‘Seperti dikatakan Iwan, biaya pengiriman adalah tanggung jawab pembeli dan untuk perusahaan jasa pengiriman yang digunakan Iwan menyerahkannya kepada para pembeli.

Desain Kerudung Lukis

Desain kerudung lukis buatan Iwan sendiri lebih banyak bermotif alam seperti berbagai macam bunga dan binatang seperti capung dan kupu-kupu. “Sejauh lni permintaan lebih banyak motif bunga,” tambah Iwan.

Sedangkan Untuk warna yang digunakan tergantung pada warna kerudung sendiri. Jika warna kerudung gelap maka warna yang digunakan ialah warna-warna cerah begitu pula sebaliknya jika kerudung berwarna terang maka warna yang digunakan ialah warna-warna gelap.

Produksi Jilbab Lukis

Seiring perkembangan usahanya dan dengan semakin banyaknya pérmintaan maka Iwan pun mulai menambah peralatan produksinya dengan 30 buah frame ukuran 110 cm x 110 cm. Untuk berbelanja bahan baku Iwan selalu menyesuaikan dengan volume penjualan kerudung setiap bulan, namun biasanya Iwan lebih suka berbelanja tiga bulan sekali ke Pusat Grosir Tanah Abang, Jakarta Pusat.

Hal tersebut dilakukan karena menurutnya, jauh lebih ekonomis. Dengan membeli dalam jumlah banyak sekaligus maka Iwan akan mendapatkan harga yang lebih murah dan hemat biaya transportasi sehingga dapat menekan biaya pengeluaran.

Pada bulan biasa, saat angka penjualan rata-rata 100 helai, maka ia berbelanja tiga bulan sekali sebanyak 15-17 kodi. Saat menjelang Lebaran karena pesanan bisa naik hingga 200% maka belanja pun disesuaikan. Berdasarkan pengalaman tahun lalu, angka penjualan 3 bulan jelang Lebaran sudah naik, dan bisa mencapai 300 helai sebulan.

Baca Juga :  Fabric Painting Tips !

Untuk persiapan Ramadan dan Lebaran tahun ini, Iwan bahkan sudah membeli stok bahan baku, hal ini menurutnya jauh lebih mudah karena biasanya ketika masuk Ramadan dan jelang Lebaran, Pasar Tanah Abang akan banyak diserbu pembeli dari berbagai daerah, sehingga relatif lebih sulit mencari bahan baku.

Peralatan Lukis

Sedangkan untuk peralatan lukis, dalam satu bulan Iwan bisa menghabiskan cat lukis sebanyak 20 botol cat dengan merk MM ukuran 60 ml seharga Rp 500 ribu. Kebtulan cat MM tersebut produksi dari E1Creative sendiri. Untuk kuas sendiri, dalam satu bulan Iwan bisa menghabiskan 30 buah seharga Rp100 ribu. “Kuas yang saya gunakan ada dua tipe yaitu gepeng dengan merek Etema dan bulat dengan merek Lyra sedangkan untuk ukurannya sendiri ialah 01, 02 dan 03,” jelas Iwan.

Proses Cara Membuat Jilbab Lukis

Tahapan membuat kerudung lukis ialah pertama memasang kerudung pada frame sebagal alat pemidangan agar kerudung lebih mudah dilukis, setelah itu buat sketsa pola yang akan dilukis di atas kerudung dengan menggunakan pensil. Bila pola telah siap, pola bisa langsung diwarnai dengan menggunakan cat khusus untuk kain dengan merek MM. Setelah lukisan sudah jadi, langkah selanjutnya ialah membuat line pada lukisan.

Kemudian dijemur selama 15 menit hingga cat mengering, tahap akhir dalam pembuatan kerudung ‘ lukis ini ialah penyetrikaan pada lukisan yang sudah jadi agar lebih merekatkan cat pada bahan. “Namun sebaiknya pada saat menyetrika menggunakan alas penutup berupa kain agar cat tidak menempel pada setrika,” jelasnya.

Untuk proses melukis kerudung, lwan tidak lagi mengerjakannya sendiri, ia meneyerahkannya pada 6 orang karyawan lepas yang tak lain adalah tetangganya sendiri. Iwan sebelumnya telah mengajarkan teknik melukis di atas kain, pada para tetangganya hersebut. Adapun pengerjaannya disesuikan dengan penjualan kerudung. Karena saat Ramadan dan jelang Lebaran, produksi sekitar 300an jilbab lukis per bulan, maka pengerjaan produksi meningkat.

Pemasaran Jilbab Lukis

Pada awal menjalankan usahanya, lwan memasarkan produk kerudung lukis dengan cara memajang di teras rumah serta menawarkan kepada para kerabat dan tetangga di sekitar rumahnya. Setelah usaha semakin berkembang lwan mulai memasarkan produknya tersebut jualan secara online melalui media lnternet dengan membuat website www.e1creative.net.

Baca Juga :  Animasi Kartun Tweety Dilukis Dikerudung

Diakui lwan dengan adanya website ini produknya dapat dikenal orang hingga ke daerah dan bahkan luar negeri. Hal tersebut bisa dibuktikan dengan banyaknya pesanan kerudung lukis dari beberapa provinsi seperti Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera, Kalimantan, Bontang, Batam, bahkan lwan pernah mendapatkan pesanan dari negara tetangga Malaysia.

Menurut lwan, ia lebih memilih konsumen dari kalangan tertentu dan butik dibandingkan dengan pasar grosir karena bila produknya telah masuk ke pasar maka dapat dipastikan harga jual produknya tersebut akan jatuh.

Prospek dan Kendala

Menurut lwan, prospek usaha kerudung lukis ini tidak akan pernah mati, karena pengguna kerudung saat ini semakin bertambah. Ditambah lagi sesuai dengan survei, Setiap seorang wanita muslimah tidak hanya mempunyai satu buah kerudung, paling tidak mereka memiliki tiga koleksi kerudung yang akan mereka gunakan sehari-hari.

Adapun kendala Yang dihadapi lwan dalam menjalankan usaha ini terletak kepada pengerjaan karena saat ini masih sulit menemukan orang yang bisa malukis. Mau tidak mau untuk mengatasi hal tersebut lwan memberikan pelatihan terlebih dahulu kepada calon pengrajin. Namun hal ini menjadi kendala karena dapat menghambat produksi. Selain itu harga bahan baku yang sering berubah dan sulit didapat bila menjelang Ramadan membuat Iwan harus melakukan stok barang.

(Visited 5 times, 1 visits today)
Let's Share This Interesting Article To:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.