Seri 2 Liputan Tabloid Peluang Wirausaha: Laku 100 Kerudung Lukis Setiap Bulan

Let's Share This Interesting Article To:

Seri Liputan Tentang Kawan-kawan Pelukis Kerudung Termasuk E1 Creative Oleh Tabloid Peluang Wirausaha Pada Tahun 2011

Kami menulis ulang ulasan yang dibuat oleh Majalah Peluang Wira Usaha terhadap bisnis seni lukis kerudung. Pada edisi terbitan 2011 ini mengulas khusus tentang bisnis kami E1CREATIVE dan kawan-kawan pelukis lainnya. Mengulas seluk beluk awal memulai bisnis hingga liputan ini dibuat. Dari modal dan keuntungan serta tentunya peluang usaha yang bisa menjadi inspirasi bagi anda.

Kami akan tulis berseri sesuai dengan jumlah liputan pada tabloid tersebut. Silahkan baca seluruh 5 seri yang kami tulis. Selamat membaca.

Ida Niagati Bakat Membawa Sukses

Banyak orang yang sukses karena memanfaatkan bakat yang dimilikinya, salah satunya adalah Ida Niagati. Dengan bakat melukis yang dimiliki, wanita yang akrab disapa Ida ini mencoba menuangkan karya lukisnya di atas kerudung. Kerudung lukisnya banyak diminati, hingga saat ini setiap bulan ia bisa memperoleh omset Rp 7,5 juta dari menjual 100 kerudung lukis. Seperti apa kisah sukses Ida?

Ida yang semula berprofesi sebagai seorang pelukis kanvas di Surabaya, memutuskan untuk menggeluti usaha pembuatan kerudung lukis saat ia ikut suaminya pindah tugas ke Jakarta. Ketika masih menjadi pelukis kanvas, lda kerap keluar kota dalam jangka waktu yang cukup lama untuk mengikuti berbagai pameran lukisan sehingga tidak memiliki waktu untuk keluarga. Karenanya, ketika pindah ke Jakarta pada tahun 2007, Ida tidak mempunyai kegiatan lain selain mengurus kedua putranya.

Setelah vakum melukis selama dua tahun, tahun 2009 lda mulai tertarik untuk membuka usaha kerudung lukis. Selain untuk menyalurkan bakat melukisnya, Ida juga melihat peluang yang cukup menjanjikan pada usaha kerudung lukis ini. Namun sebelum benar-benar terjun ke usaha kerudung lukis, lda mengikuti les melukis pada kain selama 10 pertemuan. “Soalnya melukis pada kanvas dan kain berbeda walaupun tidak terlalu signifikan,” jelasnya.

Selesai les Iukis, Ida mendirikan usaha kerudung lukis pada pertengahan 2009. Pada saat itu, ia mengeluarkan modal sebesar Rp 5 jutaan untuk membeli 50 kerudung , seharga Rp 12 ribu/kerudung dan perlengkapan Iain seperti cat aneka warna, kuas beragam bentuk, dan pemidang. Karena ia seorang pelukis, maka saat membuka usaha Ini ia sudah memiliki cat tekstil beraneka warna.

Penjualan Dan Harga Jilbab Lukis

Kerudung lukis pertamanya ia tawarkan kepada tetangga sekitar rumahnya dan mendapatkan tanggapan yang cukup baik. Khusus untuk pesanan, Ida baru akan membuatkan kerudung lukis berbahan paris super yang harga satuannya mencapai Rp 45 ribu-50 ribu. “Kalau saya buat kerudung lukis dari paris super, belum tentu ada yang beli karena harga jualnya mencapai Rp 150 ribu per kerudung,” papar Ida.

Rata-rata pembeli menyukai harga kerudung yang berkisar Rp 75 ribu karena kisaran harga tersebut masih terjangkau. Ida menambahkan, kerudung lukis dengan harga tersebut kualitasnya juga sudah cukup baik.

Harga kerudung lukis juga bisa ditentukan banyak sedikitnya motif yang dilukis pada kerudung. Semakin banyak motif atau lukisan, maka harganya juga akan menjadi mahal. Terakhir, faktor penggunaan cat juga memengaruhi harga jual karena ada dua cat yang digunakan oleh Ida, yaitu cat impor dan cat Iokal. Penggunaan cat impor bisa membuat kerudung memiliki nilai jual yang cukup tinggi dan sebaliknya, kerudung lukis yang memakai cat lokal lebih murah harganya.

Desain Motif Kerudung Lukis

Sejak-awal hingga saat ini, kebanyakan motif yang lda buat adalah motif bunga, mulai dari bunga mawar, anggrek, matahari, krisan, dan lain-lain. Dari beberapa jenis bunga yang ia lukis, saat ini yang paling banyak diminati ialah bentuk bunga Anggrek Bulan dan Anggrek Catleya.

”Awalnya bunga Anggrek Bulan ini pesanan dari almarhumah Ibu Hj Ainun Habibie, kemudian saya jadi keterusan memproduksi kerudung lukis motif Anggrek Bulan. Lagi pula, jenis bunga Iain seperti mawar sudah umum dan banyak yang memakai,” kata Ida.

Baca Juga :  Mural Kubah Masjid Lukis Airbrush Motif Awan Luar Biasa Karya Bang Syihab

Selain membuat kerudung lukis untuk dijual kembali, Ida pun menerima pesanan dan tidak menentukan minimum pembelian. Ia mengaku akan melayani pembelian kerudung Iukis dalam jumlah berapa pun. Tidak hanya pada kerudung, Ida juga mengaplikasikan Iukisan pada baju, mukena, taplak, dan sarung bantal.

Bahan Baku Dan Cara Membuat Kerudung Lukis

Bahan-bahan yang diperlukan untuk membuat kerudung Iukis adalah kerudung paris polos dan cat aneka warna. Sedangkan alat-alatnya terdiri dari pemidang dan kuas. Ida memberikan tips dalam memilih kerudung yang baik, yaitu pilih kerudung yang seratnya rapi, tidak cacat, dan benang pada ujung-ujung kerudungnya tidak lepas.

Untuk mulai melukis, sebaiknya tentukan terlebih dulu motif yang akan dilukis pada kerudung. Bila belum biasa melukis di atas kain, dapat membuat sketsa terlebih dahulu. Selain itu sebelum melukis, sebaiknya tentukan dulu bagian mana yang akan dilukis, misalnya hanya dibagian ujung kerudung, setiap sisi kerudung atau pada bagian kepala.

Untuk bahan baku kerudung, Ida menggunakan kerudung paris poIos dengan harga satuan Rp 15 ribu. Sebelumnya Ida pernah juga mengaplikasikan lukisan pada kerudung paris poIos yang harganya Rp 10 ribu per buah.

Peralatan Melukis Kerudung

Ida kerap menggunakan kuas jenis long handle filbert nomor 1, 4, dan 6. Ida mengaku mengutamakan kuas nomor 1 yang berkualitas baik dengan merek ternama, seperti yang ia gunakan kuas merek Winsor & Newton yang harga satuannya di pasaran bisa sekitar Rp 7O ribu-an. Sedangkan untuk kuas nomor 4 dan 6 Ida tidak berpatokan harus yang bermerek. ”Khusus untuk kuas nomor 1 saja yang harus bermerek, karena kuaIitas kuas nomor 1 bisa membuat lukisan terlihat semakin berbentuk,” jelasnya. Ida mengaku tidak memiliki toko Iangganan daIam membeIi kuas lukis. Dalam sebulan Ida menghabiskan anggaran hingga Rp 250 ribu untuk membeli kuas.

Cat Lukis Kerudung

Untuk cat, Ida menggunakan cat tekstil impor dan lokal. Cat tekstil impor yang ia gunakan terdiri dari 5 merek, salah satunya Lefranc. Sedangkan merek lainnya Ida keberatan untuk menyebutkan karena merupakan rahasia dapur kerudung Iukisnya. Untuk bisa mendapatkan cat tekstil impor, Ida biasa berbelanja di Surabaya. Tidak hanya di Kota Pahlawan, beberapa merek cat tekstil impor yang kerap dibelinya terdapat di toko buku Gramedia.

Tidak hanya cat tekstil impor, Ida juga menggunakan cat lokal. ”Kalau cat IokaI, saya Iangganan membeli pada teman saya di Kreo, CiIedug, Tangerang” Mas Iwan pemilik E1CREATIVE cat dengan merk MM, cat lukis lokal paling berkualitas bagus, kata Ida.

Dalam satu bulan, Ida tidak selalu membeli cat aneka warna, karena satu botol bisa bertahan selama 2-3 bulan tergantung pemakaian. ”Tapi yang paling cepat habis cat warna putih dan pink, karena hampir semua lukisan yang saya buat pada kerudung menggunakan warna dasar putih atau pink,” kata Ida. Pengeluaran untuk membeli cat setiap bulan mencapai Rp 600 ribu.

Setiap bulan produksi kerudung Iukis Ida bisa mencapai 100 buah kerudung. Karena mengerjakan seorang diri, maka dalam satu hari Ida hanya mampu membuat 3-4 kerudung lukis dengan durasi melukis rata-rata untuk satu kerudung sekitar 2-3 jam. Hingga saat ini Ida mengaku tidak bisa membuat kerudung lukis secara massal atau banyak. ”Saya lebih mengutamakan pada nilai seni pada lukisan saya ini, enggak cuma sekadar melukis saja tanpa ada nilainya,” ujar Ida.

Promosi dan Pemasaran

Mulanya Ida hanya menawarkan kerudung lukis buatannya kepada tetangga sekitar rumahnya di salah satu perumahan di Depok. Ternyata ia mendapatkan respons positif dan angka pesanan pun menjadi meningkat.

Baca Juga :  Fabric Painting Tips !

Namun menurut Ida, keikutsertaannya dalam berbagai pameran yang paling bisa mendongkrak volume penjualan. Ida yang tergabung sebagai salah satu anggota UKM Center Depok ini kerap berpartisipasi dalam pameran barang-barang kreatif atau fesyen.

Beberapa pameran pernah diikutinya, mulai dari yang berskala wilayah kota, provinsi, nasional, hingga internasional. Yang terbaru di antaranya Inacraft di JCC Jakarta pada 20-24 April 2011, Hong Kong Fashion Week di Hong Kong pada 4-7 Juli, Cooperative Fair di Gasibu Bandung 20-24 Juli 2011.

Sekitar awal 2011 Ida baru berpromosi di media online dengan membuat blog. Wilayah pemasarannya sendiri paling banyak berpusat di Jabodetabek dan Surabaya. Namun seiring dengan keikutsertaannya dalam berbagai pameran, Ida mulai mendapatkan pelanggan baru dari luar kota, seperti Bandung, dan beberapa kota lainnya.

Untuk pemesanan kerudung, Ida menetapkan pembayaran dilakukan di muka dengan membayar total biaya termasuk biaya pengiriman.

Kendala dan Prospek

Ida mengaku, kendala usaha pembuatan kerudung Iukis yang telah digelutinya selama beberapa tahun ini terletak pada tenaga kerja. Dengan kemampuannya melukis, Ida bisa menghasilkan Iukisan yang bagus dan hal yang sama ia inginkan dari karyawannya juga memiliki keahlian melukis. Ida telah mencoba untuk mencari tenaga kerja yang ia inginkan, namun hingga saat ini belum ada. Kriteria yang Ida inginkan ialah tenaga kerja tersebut mempunyai goresan yang sama dengan dirinya. ”Soalnya saya bercita-tita untuk membuat kerudung Iukis ini menjadi produk massal, kalau hanya saya yang mengerjakan waktunya pun sangat terbatas dan tidak bisa menghasilkan banyak kerudung Iukis setiap harinya,” jelas ibu dua putra ini. Akhirnya, hingga saat ini Ida masih mengerjakan lukisannya sendiri.

Kedepan, Ida memprediksi kerudung lukis ini memiliki peluang usaha yang bagus terutama menjelang bulan puasa dan Lebaran karena kebutuhan wanita muslimah akan kerudung juga meningkat. Untuk kerudung lukis, produk ini akan disukai karena keeksklusifan lukisan yang hanya ada satu untuk satu kerudung. “Saat ini konsumen sudah menyukai produk yang eksklusif yang tidak sama dengan yang dipakai orang Iain,” jelasnya.

Menyoal pelaku usaha dibidang pembuatan kerudung Iukis baru yang sudah mulai bermunculan, Ida mengaku tidak merasa bersaing dengan sesama pelaku usaha kerudung lukis lainnya. Menurutnya, setiap pelukis memiliki garis tangan yang berbeda yang membuat masing-masing lukisan memiliki keunggulan tersendiri. Dan tentu saja peluang usaha jilbab lukis ini akan tetap menjanjikan sampai kapanpun. Meskipun banyak pelukis yang menggeluti bidang usaha ini.

(Visited 5 times, 1 visits today)
Let's Share This Interesting Article To:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.