Seri 1 Liputan Tabloid Peluang Wirausaha: Untung Besar Dari Kerudung Lukis

Let's Share This Interesting Article To:

Seri Liputan Tentang Kawan-kawan Pelukis Kerudung Termasuk E1 Creative Oleh Tabloid Peluang Wirausaha Pada Tahun 2011

Kami menulis ulang ulasan yang dibuat oleh Majalah Peluang Wira Usaha terhadap bisnis seni lukis kerudung. Pada edisi terbitan 2011 ini mengulas khusus tentang bisnis kami E1CREATIVE dan kawan-kawan pelukis lainnya. Mengulas seluk beluk awal memulai bisnis hingga liputan ini dibuat. Dari modal dan keuntungan serta tentunya peluang usaha yang bisa menjadi inspirasi bagi anda.

Kami akan tulis berseri sesuai dengan jumlah liputan pada tabloid tersebut. Selamat membaca.

liputan tabloid peluang wira usaha tentang bisnis kerudung lukis e1creative

Modal Bisa hanya Rp.500,000, Untung Berlipat Jelang Ramadan

Meningkatnya jumlah pemakai kerudung di Indonesia yang jumlah penduduknya mayoritas muslim, bisa dijadikan peluang usaha yang berprospek cerah. Salah satu jenis kerudung yang sebelumnya sempat beredar di pasaran dan kembali booming, yaitu kerudung lukis juga bisa dijadikan peluang bisnis yang cukup menjanjikan, terutama menjelang Ramadan dan Lebaran. Dengan modal awal yang cukup terjangkau, omset yang diperoleh pun bisa hingga Rp 10 jutaan.

Pada dasarnya semua wanita ingin tampil menarik, begitu pun wanita muslimah. Penampilan wanita muslimah tidak hanya didukung dari busana yang dipakainya, melainkan juga ditambah dari kerudung. Kini fungsi kerudung tidak hanya sebagai penutup aurat saja, namun juga sebagai fashion yang bisa memperindah penampilan pemakainya. Tidak hanya pakaian, saat ini kerudung pun memiliki trend sendiri dimana saat ini kerudung lukis masih tetap booming.

Umumnya kita mengenal lukisan hanya pada kanvas, sekarang sudah diterapkan dimedia yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, seperti kain jilbab. Jilbab lukis bukanlah hal baru di dalam trend busana muslim Indonesia, diperkirakan telah ada sejak bertahun lalu. Dulu kerudung lukis ini termasuk barang mewah yang tidak semua wanita muslimah bisa kenakan terutama karena pembelinya hanya berasal dari kalangan menengah ke atas.

Semakin ke sini, produsen ingin coba untuk merangkul semua Iapisan masyarakat, sehingga bila sebelumnya kerudung lukis ini tidak terjangkau, saat ini banyak pilihan harganya sehingga bisa dijangkau oleh semua kalangan. Harga di pasaran untuk kerudung lukis sekitar Rp.50000 sampai Rp.200000 ribu.

Usaha yang berhubungan dengan seni memang tidak bisa dilakoni oleh semua orang karena tidak semua orang memiliki jiwa seni. Dikatakan Yessi Oktavia pemilik BuCi Moslem Fashion, usaha kerudung lukis ini juga bisa menjadi wadah untuk menyalurkan bakat seni, selain juga fungsional dan nilai jual. Menurut Windy Mayajari pemilik Soulmate Art Craft, usaha pembuatan kerudung lukis ini pelaku usaha tidak harus memiliki keterampilan melukis atau berprofesi pelukis.

Baca Juga :  Kerudung Lukis Gambar Hello Kitty Animasi Kartun

Tapi setidaknya pengusaha tersebut memiliki passion dan suka dengan lukisan yang cukup bisa membantunya dalam mengembangkan usahanya. ”Apabila tidak bisa melukis, pengusaha bisa mempekerjakan orang lain yang ahli melukis, saran Windy. Namun dengan pelaku usahanya seorang pelukis atau minimal bisa melukis, tentu ia tidak akan kesulitan untuk mengembangkan usaha ini.

Dari beberapa pelaku usaha yang ditemui Tabloid Peluang Wirausaha, sebagian besar memang mengawali usaha kerudung lukis ini karena menyukai lukisan atau berprofesi sebagai pelukis. Yan Harahap pemilik QF Painted Veil, Ida Niagati owner Niagati Painting, Joko Setiawan pemilik E1 Creative, dan Windy Mayajari, semuanya berawal dari pelukis kanvas yang memanfaatkan kelebihan akan bakat melukisnya dengan menjadikan sebagai Iahan usaha.

Di negara yang penduduknya mayoritas muslim dan meningkatnya pengguna kerudung di Indonesia, usaha yang terkait dengan penampilan wanita muslimah juga hampir bisa dipastikan akan memiliki peluang yang menjanjikan, terutama seperti saat ini menjelang bulan Ramadan dan Lebaran. Di pasaran, harga jual kerudung lukis berkisar dari puluhan ribu hingga ratusan ribu tergantung dari jenis kerudung polos yang digunakan bahan cat yang dipakai serta motif lukisan.

Saat ini sedang booming kembali kerudung paris polos yang digunakan sebagai media lukisan. Sementara motif bunga masih bertahan sebagai lukisan yang paling banyak dibeli oleh kalangan perempuan. Sebenarnya tidak hanya bunga saja, namun bisa juga motif lain, seperti buah-buahan, binatang, atau abstrak, papar Yessi.

Pemasaran Kerudung Lukis

Dalam memasarkan kerudung lukis, bisa dibilang gampang-gampang susah. Meskipun target pasar untuk kerudung ini tidak hanya untuk kalangan tertentu, namun selera masing-masing pemakai dalam menggunakan jenis kerudung belum tentu sama.

Valentino Dinsi pengamat marketing dan Founder Rumah Wirausaha mengatakan, langkah awal untuk pemasaran adalah dengan melakukan riset terlebih dahulu untuk menentukan target pasar yang akan dituju. Riset ini bertujuan untuk mengetahui produk kerudung lukis yang seperti apa yang akan dibuat, dari bahan apa, serta motif yang akan dilukis yang tentunya sesuai dengan karakter dan kemampuan target pasar.

Berikutnya, bisa juga dengan lakukan promosi terutama ke perkumpulan ibu-ibu pengajian yang target pasarnya lebih jelas daripada hanya melempar ke pasaran umum.

Modal Kecil

Untuk pemula dalam usaha ini, dapat mengawali dengan modal kecil mulai dari Rp 500 ribu. Dengan modal tersebut sudah bisa membeli bahan baku yang terdiri dari kerudung polos, cat, kuas, dan pemidang. Seperti lwan pemilik E1CREATIVE yang pada tahun 2008 lalu membuka usaha ini dengan modal Rp 500 ribu dan ia bisa membeli 20 potong kerudung polos serta peralatan lukis.

Baca Juga :  Melukis Produk Berbahan Denim Atau Jeans

Windy menambahkan, modal awal ini sebenarnya tergantung dari berapa kapasitas produksi awal. Untuk bisa mengembangkan usaha ini, bisa melakukan saran yang diberikan oleh Valentino Dinsi yaitu membuat model atau motif yang berbeda dari yang sudah ada.

Kendati usaha ini prospeknya cukup besar, Masalah persaingan yang kerap terjadi sedapatnya ditanggapi dengan positif. Ida Niagati berpendapat bahwa ia dan pelaku usaha kerudung Iukis Iainnya tidak sedang bersaing karena masing-masing pelukis memiliki garis tangan yang berbeda. Jadi bisa dibilang Iukisannya tidak akan sama antara pelukis satu dengan yang lain, kata Ida. Untuk bisa unggul dalam usaha ini, masing-masing pelaku usaha bisa meningkatkan kualitas lukisan pada desain kerudung.

Keuntungan Ramadhan

Menjelang Ramadhan dan Lebaran ini, masing-masing pelaku usaha sudah hampir dipastikan akan mendapatkan keuntungan berlipat dari momen yang berlangsung setahun sekali ini.

Berdasarkan pengalamannya tahun lalu, angka penjualan kerudung Iukis produksi Iwan naik hingga tiga kali Iipat. Sementara itu, pengguna kerudung pun diprediksi akan semakin bertambah yang membuat usaha kerudung lukis ini semakin menjanjikan.

(Visited 2 times, 2 visits today)
Let's Share This Interesting Article To:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Comment moderation is enabled. Your comment may take some time to appear.